Keluarga Henk Ngantung Minta Pengakuan Pemerintah

 
EVIE Ngantung Mamesah (73), isteri (alm) Hendrik Hermanus Yoel (Henk) Ngantung, mantan Gubernur DKI 1964-1965 dan Wagub DKI 1960-1964, kini hidup sederhana  dan tinggal di Gang Jambu, Jalan Dewi Sartika, Jaktim. Ibu dari empat orang anak ini harus bertahan hidup dengan gaji pension sebesar Rp. 830.000 per bulan. “Memang tidak cukup tapi berusaha untuk dicukup-cukupkan,” katanya kepada Briggite Montolalu saat menemuinya pekan lalu. Kendati hidup sederhana untuk ukuran isteri mantan wakil gubernur dan gubernur ini, Evie yang saat itu ditemani putranya Kamang Ngantung, tak pernah mengeluh.  Satu-satunya harta yang lumayan bernilai adalah tanah peninggalan suaminya. Tanah seluas 2000 meter jika dijual mungkin harganya bias mencapai miliaran rupiah. Menurut Evie, selama hidup keluarganya hanya menginginkan pengakuan pemerintah untuk karya-karya suaminya. Beberapa karya Henk seperti Lambang JAYA RAYA (DKI), Lambang Kostrad, sketsa patung selamat dating di Bundaran HI, sketsa Patung pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng. “Saya Cuma minta supaya pemerintah mengakui hasil karya suami saya,” kata Briggite menirukan kata Evie Mamesah. (lex)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Underwater Christmas Celebration, Kado Komunitas Pecinta Laut

Ibu Deetje Sosok yang Setia

Komentar Tentang Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI