Eddy Rumpoko: Saya Orang Malang dan Minahasa
EDDY Rumpoko, adalah pribadi yang unik. Kendati telah terpilih sebagai Wali Kota Kota Wisata Batu (KWB), Eddy-sapaan akrabnya-tidak serta merta menanggalkan style-nya. Dia tetap sosok yang sederhana dan gaul. Sehari-hari gaya berpakaiannya ala western, jeans dan kemeja. Hanya acara-acara resmi saja, pria jangkung ini menggunakan pakaian resmi. Justru karena cara berpakaiannya, dia tetap merasa dekat dengan warganya. Putra sulung pasangan Alm Brigjen TNI (Purn) Sugiyono dan Ny Egni Rumambi ini, tak ingin atribut-atribut jabatan menjadi penghalang untuk berkomunikasi dengan rakyat. Dia memang memiliki kegemaran untuk terjun langsung ke lapangan dan bertatap muka langsung dengan warganya. Cara berpikirnya juga diakui Eddy banyak dipengaruhi oleh dunia jurnalistik. Jiwa kewartawanannya tetap hidup. Selain pernah bergelut di dunia tulis-menulis, Eddy memang banyak bergaul dengan para kuli tinta. “Itu mungkin sebabnya misalnya untuk mengetahui kebutuhan masyarakat, saya harus bertanya langsung dan menganalisa. Saya kangen dunia media yang banyak tantangannya,” ungkapnya. Pada saat mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di daerah yang dimekarkan pada 2007 silam, Eddy telah bertekad menjadikan momentum itu untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. “Saya pada saat itu sama sekali tidak memiliki atribut seperti kaos. Bukannya saya tidak mampu, tapi untuk apa uang yang cukup banyak hanya dialokasikan untuk hal yang tidak penting,” kenangnya. Strategi yang dipergunakannya sederhana. “Saya door to door. Berbicara langsung dengan masyarakat menyampaikan visi dan misi saya. Selain itu lewat media massa juga,” tambahnya. Jangankan itu, dia sama sekali tidak menggelontorkan uang untuk menyogok pemilihnya. “Karena saya tidak mau masyarakat memilih saya karena uang,” katanya. Justru hati nuranilah yang menang. Dan dia tidak punya beban untuk berupaya mengembalikan pengeluarannya selama duduk di kursi wali kota. “Saya sedapat mungkin berupaya untuk membangun pariwisata Kota Batu untuk kesejahteraan rakyat,” imbuh pria murah senyum ini. Hasilnya di tahun kelima pemerintahannya, Eddy tetap diminta untuk kembali mencalonkan diri untuk kedua kalinya. Jelang pesta demokrasi beberapa bulan mendatang, dia justru tak mau larut dalam hiruk-pikuk suksesi. “Saya hanya mau menyelesaikan pekerjaan saya. Untuk pencalonan, saya serahkan kepada masyarakat,” tukasnya. Kendati bukan berasal dari kalangan partai politik, namun justru partai-partai besar jusur mengusung Eddy. Sudah bias ditebak jika saat pemilihan walikota 2012, dia kembali diberikan kepercayaan untuk memimpin. Jiwa kepemimpinan Eddy, sedikit banyak turun dari ayahnya. Ayahnya adalah mantan Wali Kota Malang, mantan Wakil Gubernur Papua dan merupakan tokoh masyarakat yang disegani dan dicintai warga Malang. Termasuk integritasnya. Sedangkan sikap kritis, terbuka dan supel, lebih mirip ibunya yang adalah Keke Minahasa. “Saya orang Malang dan Minahasa,” katanya. (lex) http://idmanado.com/saya-orang-malang-dan-minahasa/

Komentar
Posting Komentar