Saerang: Buruh Masih Diimport dari Luar Daerah

IDMANADO/Manado—Ironis. Data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka pengangguran di Manado dan Sulut, cukup tinggi. Sementara, kondisi di lapangan sebagai dikemukakan beberapa pengusaha saat berdiskusi dengan Walikota Manado GSV Lumentut, Rabu (19/12), para pengusaha justru kesulitan mencari tenaga kerja local. Kondisi ini ikut menjadi focus perhatian dari salah satu pemateri, Prof. Dr. David Saerang selaku Ketua ISEI Sulut. “Tenaga buruh di kota Manado masih diimport dari luar,” ungkapnya. Bukan tidak mungkin, sejak 2013, pekerja-pekerja dari luar daerah akan menyerbu Manado. Apalagi dengan ditetapkannya Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 1.550.000. “Ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan pihak swasta agar tenaga kerja local bisa terserap dan angka penangguran bisa ditekan,” jelasnya. Narasumber lainnya, Kepala BPS Sulut Dantes Simbolon, yang mengatakan Manado merupakan kota termurah dibanding kota-kota lainnya di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Manado lebih tinggi dari Sulut (8,21). “Ini bisa menjadi magnet bagi pekerja dari luar untuk datang ke Manado,” katanya. (hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Underwater Christmas Celebration, Kado Komunitas Pecinta Laut

Ibu Deetje Sosok yang Setia

Komentar Tentang Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI