Rudini: Harus Berlari Lebih Cepat
MANADO Town Square (Mantos)
yang mengusung tagline full of surprises telah menjadi mall terkemuka
di Bumi Nyiur Melambai. Namun, perjalanan ke tangga itu ternyata
tidaklah gampang. Sejak didirikan pada Juni 2006, Mantos masih sepi pengunjung. Namun, seiring berjalannya waktu, Mantos
bisa eksis. Sentuhan anak muda Rudini Wijaya yang dipercayakan sebagai
Direktur Operasional, memainkan peran besar. Apa kuncinya?
“Kesabaran,” katanya singkat menjawab
pertanyaan wartawan idmanado.com. Masih teringat jelas di benaknya,
tahun-tahun awal berdirinya Mantos.
“Tahun-tahun pertama adalah masa-masa sulit. Pengunjung baru sebatas
tujuh ribuan, tenant-tenant masih kosong,” kenangnya. Namun, putra
Hengky Wijaya ini tetap pada konsep awal menjadikan Mantos Full of Shopping. Di tahun 2012, impiannya tercapai dengan hadirnya Mantos Dua dengan pengunjung peluhan ribu. Tenant-tenant branded saat ini berlomba-lomba untuk hadir di Mantos.
Selain kesabaran, diakui pria tamatan
California University of Northridge pada 2005 ini, pengalaman telah
menjadi guru terbaik. Usia juga baginya bukan menjadi penghalang baginya
untuk belajar. “Saya terinspirasi dari papi saya yang sering mengatakan
harus bekerja lebih lurus, bekerja dua kali dan harus berlari lebih
cepat. Tiada hari tanpa belajar,” imbuhnya.
Baginya, usaha di bidang mall termasuk
paling beresiko. Sehingga butuh ide kreatif dan inovatif agar bisa
survive. “Intinya harus ulet dalam berusaha. Mencoba dan mencoba. Dan
ini berlaku di semua pekerjaan,” ungkapnya. Dan kunci yang terakhir
adalah memberikan pelayanan prima kepada konsumen. “Kita harus
memberikan service terbaik kepada pembeli atau pengunjung,” tandasnya.
(lex)

Komentar
Posting Komentar