Ardhy Widyananto : Berpikir di Luar Kotak

UMURNYA masih terbilang muda. Namun, usia muda tidak menghalanginya untuk meniti karier. Justru masa muda dimanfaatkannya untuk bekerja keras dan belajar terus. Buktinya, Ardhy Widyananto, kelahiran Ujung Pandang 7 Juli 1977 ini dipercayakan menempati posisi strategis di PT Sinar Galesong Pratama Area Sulawesi dan Gorontalo. Di perusahan main dealer Suzuki ini, Ardhy-sapaan akrabnya-adalah Area Operational Manager sejak 2005. Sejak saat itulah ayah dari Egidia Valerie Ananta ini, menetap di Manado.
Selama 6 tahun, pria yang hobby travelling dan futsal ini menemui banyak tantangan di tengah persaingan usaha yang ketat. Namun, tantangan itu pula yang membuatnya termotivasi untuk terus mencari salusi. Baginya, tantangan itu bukanlah hambatan, sebaliknya peluang untuk maju. Sejak menginjakkan kakinya di Bumi Nyiur Melambai pada 2005, saat itu tren penjualan kendaraan bermotor roda dua merk Suzuki, lagi berada di level atas. Nanti pada 2007 dan 2008, kendati penjualan unit meningkat, tapi dari segi market share menurun. “Pada waktu itu peningkatan penjualan 10 persen, tapi volume permintaan pasar naik 30 persen,” ungkapnya.
Diakui lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Pemasaran Universitas Hasanudin ini, kondisi itu makin memacu perusahan untuk terus berbenah. “Karena kadang pada saat kita berada di atas, kita kurang menyadari kelemahan dan kekurangan kita. Nanti pada saat kita di bawah baru menyadari itu,” paparnya berargumen. Suami tercinta Youries Bulo ini memberi contoh. “Misalnya tidak semua konsumen mengutamakan subsidi untuk membeli. Tapi ada segmenyang lebih butuh atribut dan image produk,” bebernya. Termasuk juga mengedepankan servis prima kepada konsumen. “Karyawan dan perusahan banyak belajar. Makanya kualitas dan pelayanan diperbaiki dan ditingkatkan,” tambah sosok yang dikenal ramah dan komunikatif ini.
Kerja keras Ardhy dan timnya membuahkan hasil. Di 2010, PT Sinar Galesong Pratama berhasil menjual 9.200 unit. “Ini adalah angka penjualan terbesar selama ini,” tuturnya. Namun, Ardhy tak langsung berpuas diri. Justru kenyataan itu dikatakannya, harus menjadi penyemangat untuk bekerja lebih keras lagi. “Kaum muda harus berani melakukan sesuatu yang berbeda dan adaptif dengan perubahan yang sangat cepat. Perkembangan bisnis yang sangat dinamis saat ini menuntut kaum muda untuk lebih berani terlibat dengan ide-ide yang lebih segar. Makanya kita juga mesti berpikir out of box  atau berpikir di luar kotak,” jelasnya sedikit berfilosofi. Filosofi itulah yang akan tetap diyakini sehingga dia mampu memikul tanggungjawab besar. (lex)


http://idmanado.com/ardhy-widyananto-berpikir-di-luar-kotak/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Underwater Christmas Celebration, Kado Komunitas Pecinta Laut

Ibu Deetje Sosok yang Setia

Komentar Tentang Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI